NGABUNBANG ANTARA TRADISI ADAT BUDAYA DAN SPIRITUAL


Setiap bangsa memiliki kebudayaan sendiri-sendiri yang berbeda dengan kebudayaan bangsa atau suku bangsa yang lain. Demikian juga dengan Suku Sunda khususnya pada daerah Jawa Barat.
kebudayaan merupakan suatu hal yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, adat-istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari pola-pola yang nyata maupun tersembunyi mengarahkan perilaku yang dirumuskan dan dicatat oleh manusia melalui simbol. Simbol-simbol tersebut menjadi pengarah yang tegas bagi kelompok-kelompok manusia. Kebudayaan itu sendiri merupakan kesatuan dari gagasan, simbol-simbol dan nilai yang mendasari hasil karya dan perilaku manusia. Kebudayaan yang berkembang pada suatu masyarakat yang dilakukan oleh manusia secara terus-menerus pada akhirnya akan menjadi sebuah tradisi. di tatar sunda jawa barat setiap tanggal 14 mulud ada yang di namakan dengan tradisi ritual ngabungbang, yaitu sebuah acara yang di isi dengan serangkaian kegiatan adat budaya dan keagamaan,acara yang bernuansa magis dan meninggalkan kesan spiritual yang lengket. “NGABUNGBANG berasal dari kata “Nga” dan “Bungbang”. “Nga” artinya ngahijikeun yang dalam bahasa indonesia berarti menyatukan, dan bungbang artinya membuang atau membersihkan. Bila di artikan secara keseluruhan Ngabungbang adalah Mandi suci dengan niat menyatukan cipta, rasa dan karsa untuk membuang semua prilaku tidak baik, lahir maupun batin.tujuannya tak lain bermunajat kepada allah SWT untuk memohon ampunan dan bertobat dari segala kesalahan yang telah diperbuat. selain itu memohon kekuatan untuk kebaikan dalam mencapai segala cita-cita hingga mendapatkan peningkatan kualitas pribadi dalam kehidupan, mandi yang dilakukan dengan memakai air dari 7 mata air, atau 7 sumur hal ini merupakan sebuah simbol “Mujahadah” yakni mengosongkan atau menyempurnakan hati dari tujuh tingkatan sifat nafsu hati manusia serta menyatukan kekuatan dari tujuh penjuru mata angin. tradisi ini merupakan ritual warisan budaya spiritual leluhur siliwangi.
salah satu tradisi ngabungbang juga di lakukan di daerah sukabumi selatan tepatnya di kecamatan tegalbuleud desa buniasih, seperti telah di bahas pada tulisan- tulisan terdahulu (baca: visit to tegalbuleud, wisata ziarah, laut kidul tegalbuleud) bahwa kecamatan tegalbuleud memiliki keindahan alam yang memukau diantaranya muara keusik urug atau muara cikaso, dan pantai rancaerang. di balik keindahan alam itu, nuansa mistik dari kekuatan alam lain ternyata juga tumbuh mengakar, hal ini dibuktikan dengan kehadiran sebuah makam kramat yaitu maqam PRABU RAKSA DIPA PRAJA, maqam ini terletak di kampung babadan desa buniasih berada di tegalan pasir yang di kelilingi pohon kelapa yang berjarak tidak jauh dari laut kidul atau pantai selatan tegalbuleud, konon menurut keterangan sang kuncen atau juru kunci, maqam ini merupakan gerbang atau akses menuju ke istana sang ratu penguasa dasar samudra laut selatan Kanjeng ratu Roro Kidul, maqam ini merupakan salah satu tempat acara ritual ngabungbang yang jatuh pada tanggal 14 mulud tahun hijriyah. acara ritual ngabungbang tepat di mulai dari pukul 09.00 tadinya acara ini akan kami mulai dari selepas isya, namun karena menunggu salah satu teman yang terlambat datang jadi terpaksa acara di mulai dari kira-kira pukul 09.00, setelah selesai persiapan di rumah juru kunci/kuncen, kamipun berangkat di dampingi langsung sang kuncen, dengan tujuan pertama adalah berziarah ke maqam Prabu Raksa Dipa Praja, hal ini merupakan bagian dari ritual Ngabungbang setibanya di maqam, kami yang berjumlah sembilan orang langsung duduk berkeliling kemudian sesaji/sesajen yang telah dipersiapkan di taruh di dekat maqam dan terdengar suara sang juru kunci mengucapkan salam kemudian di lanjutkan dengan memimpin doa bermunajat kepada allah, wewangian kemenyan dan dupa mulai di bakar hal ini menambah kekhusuan dan khidmatnya berziarah, kesunyian dan semilir angin malam seakan memberi isyarat dan mempertegas pesona magis acara tradisi ritual ngabungbang,ini merupakan sebuah pengalaman spiritual dan tradisi budaya bagi saya. (mohon maap pada malam itu kami tidak di perkenankan untuk mengambil gambar atau memphoto karena di takutkan akan mengganggu khusuan dan khidmatnya acara ritual ini). setelah selesai berziarah di maqam, sang kuncen memerintahkan kami untuk melanjutkan acara di tepian pantai laut kidul atau pantai selatan, kamipun bergegas menuju ke tepian pantai, sesaji atau sesajen kembali kami bawa menuju pantai, malam itu cuaca betul-betul mendukung, setibanya di tepian pantai kami disambut dengan suara gemuruh dan deburan ombak laut kidul hal ini tentunya menambah daya pesona mistik dan magis malam itu. kami duduk berjajar saling berdekatan kembali sang juru kunci membakar wewangiaan dupa kemenyan dan yang lainnya, di lanjutkan dengan berdzikir dan bermunajat kepada allah swt, sekitar satu sampai dua jam kami berdzikir, setelah selesai berdzikir, selanjutnya kami sembilan orang membawa sesaji yang berjumlah tujuh macam itu untuk di larungkan ke laut, begitu percikan ombak kecil datang menghampiri kamipun langsung melarungkan sesaji tersebut, namun terjadi hal yang aneh pada saat melarungkan sesaji ini, enam sesaji langsung hilang di telan ombak laut kidul dan tersisa satu sesaji yang belum tertelan ombak, yaitu sesaji yang tertidiri dari tujuh macam buah-buahan, sesaat kami tertegun memikirkan kejadian tersebut, akhirnya sang juru kunci memberikan keterangan sekaligus wejangan bahwa kekuatan dan pesona magiz (gaib) selalu memberikan simbol dan makna tertentu yang harus di terjamahkan, bahwa salah satu sesajen/sesaji yang tersisa tersebut yaitu 7 macam buah-buahan mengandung arti bahwa segala jerih payah apa yang telah kita lakukan sebelumnya sebentar lagi akan menuai hasil kalau di ibaratkan seperti bercocok tanam selama berbulan-bulan, sesaat lagi akan tiba masa panen yang tinggal memetik buahnya atau hasilnya.
acara tradisi ritual ngabungbang ini sungguh sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi kita generasi muda, untuk menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalanya serta melestarikan nilai budaya tersebut, kita bisa banyak belajar dari orang tua terdahulu kita tentang bagai mana menghargai alam di sekalilingnya serta bagai mana mereka belajar memaknai alam ini.
(Nyukcruk jalur Nu Kapungkur Mapay laratan Nu Baheula “Runtut Raut Sauyunan, Ka Cai Jadi Saleuwi, Ka Darat Jadi salebak, geus waktu na nonoman Sunda bangkit”)

By ekalesmana Posted in BUDAYA

MENGUAK TABIR PENGUASA PANTAI SELATAN


masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan, berangkat dari hal itu pengetahuan dan rasa keiingin tahuan tentang semua hal, termasuk memaknai alam dan lingkungan sekitar tidak terlepas dari apa yang dinamakan dengan riwayat atau sejarah, yang salah satunya adalah menguak tabir keberadaan sang legenda penguasa alam gaib di dasr samudra yaitu Ratu pantai selatan yang fenomenal kanjeng ratu kidul, yang memiliki banyak nama, di tambah lagi dengan Roro kidul, dua sosok ini menjadi aikon di kalangan masyarakat jawa khususnya daerah pesisir pantai selatan, tentunya dengan versi dan cerita masing-masing, menilik dari cerita dengan versi yang berbeda-beda terasa sangat membingungkan manakah yang benar atau asli, apakah KANJENG RATU KIDUL Berbeda dengan NYAI RORO KIDUL, ataukah sosok itu merupakan sama? semuanya belum ada jawaban mana yang benar atau asli,

fenomena tentang penguasa alam gaib di dasar samudara, sudah ada sejak jaman dulu hal ini di dasarkan pada cerita dengan berbagai versi yang disertai dengan situs-situs yang erat kaitannya dengan sanga ratu pantai selatan, misalnya di daerah yogyakarta, kemudian parang kusumo yang sebagian orang mempercayai sebagai gerbang nya untuk masuk ke istana sang ratu, kemudian di tatar sunda tepatnya di pelabuhan ratu, sebuah hotel menyediakan kamar khusus untuk sang penguasa pantai selatan ini.serta masih banyak lagi tempat-tempat lain yang erat kaitannya dengan sang fenomenal KANJENG RATU KIDUL DAN NYI RORO KIDUL.
wahlohualam bi sawab…!

“Berkiblatlah pada YANG DIATAS, jangan pada Ibu. Ibu juga belum sempurna, masih menjalankan tugas. Hati, pikiran, prilaku, semua harus ditata. Bersahabatlah dengan alam, berbagilah waktu dengan alam. Jagalah alam ini layaknya kamu menjaga raga dan keluarga.

Buang jauh-jauh sifat ke-aku-an mu. Tuntutlah ilmu padi. Janganlah berburu pusaka-pusaka di tempat-tempat kramat, tidak ada gunanya. Tapi jadikanlah dirimu pusaka. Jadikanlah otakmu berlian dan hatimu emas. Itu lebih berguna. Mengajilah pada Al Quran yang ada didalam dirimu, bukan Al Quran orang lain. Bersembunyilah di tempat yang terang…

Eling ngger, eling… Waspodo… Yakin, iklas hadapi hidup ini. Semua sudah ditata rapi, jalani saja apa adanya. Itu yang paling penting.(sumber: arya seta, Blog kanjeng ratu kidul)”

DIA ( ALLAH ) MAHA MENGETAHUI SEGALA APA YANG GAIB DAN YANG NYATA, MAHA SUCILAH ALLAH DENGAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN-NYA, ( SURAT AL MU’MINUN : AYAT 92 )

By ekalesmana Posted in BUDAYA

RUMAH UNIK DAN ISTANA BUNDA AYU


satu lagi pesona dan daya tarik yang ada di kecamatan tegalbuleud, bukan hanya keindahan hamparan pantainya saja, namun ada sesuata yang berbeda dan terbilang unik yaitu sebuah bangunan rumah perpaduan antara, vila dan istana yang apabila di lihat banyak mengandung makna dan arti serta memiliki nilai seni tinggi yang bisa menambah keelokan serta menjadi pelengkap keindahan wisata pantai laut kidul atau muara keusik urug, karena bangunan ini persis berada tidak jauh dari pinggir laut kidul atau pantai muara keusik urug. keunikan serta kemegahan bangunan ini sudah terlihat dari luar, disamping unik dan megah bangunan ini juga menampilkan aura magis yang luar biasa serta terdapat nilai estetika, sejarah dan budaya, hal ini dapat dilihat dari mulai bentuk bangunan serta ornamen-ornamen yang terpasang yang kesemuanya mengandung makna dan arti, diawali dari gerbang sebelah selatan yang bergambar kepala naga sebagai simbol penghormatan kepada penguasa ratu pantai selatan yaitu IBU RATU DEWI RORO KIDUL, sementara gerbang sebelah timur terdapat patung dua harimau atau macan yang dapat diartikan simbol dari penghormatan terhadap kejayaan kerajaan PAJAJARAN yaitu prabu SILIWANGI, didalam terdapat patung dua naga yang saling berhadapan dan ditengah naga tersebut terdapat bulan bintang sebagai simbolnya bersipat kewalian, sementara di atas atau lantai ke dua dari bangunan itu terdapat tulisan ALLAh SWT dan MUHAMAD SAW yang mengandung arti semua mahluk berpedoman kepada allah SWT. dari penjabaran simbol-simbol di atas kesemuanya saling erat berkaitan baik satu dengan yang lainnya, makna atau arti dari simbol-simbol tersebut merupakan hanyalah prediksi dari si penulis serta keterangan dari berbagai sumber yang bisa di percaya. sebalumnya mohon maap apabila terdapat kekeliruan dalam menjabarkan simbol-simbol tersebut. keterangan dari sumber yang bisa dipercaya bahwa pembuatan bangunan ini disamping sebagai tempat peristirahatan bagi yang empunya bangunan tersebut, hal ini juga merupakan sebuah amanat atau wangsit yang datang lewat mimpi, yang disampaikan oleh PENGUASA PANTAI SELATAN Yaitu bunda ratu dewi roro kidul, mudah-mudahan dengan adanya bangunan ini dikecamatan tegalbuleud, hal ini bisa menambah daya tarik, pesona keindahan pantai muara keusik urug atau laut kidul , yang nantinya akan mendatangkan para turis atau wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing.

ucappan terimakasih kepada Bunda ayu yang telah memberikan ijin untuk mengambil gambar serta memposting tulisan ini,

By ekalesmana Posted in BUDAYA

BEDAH RUMAH BERSAMA PIMPINAN RANTING PEMUDA PANCASILA DESA TEGALBULEUD


tahun 2012 di awali dengan semangat yang baru pula, sebuah semangat untuk munuju kepada perubahan yang lebih baik lagi. hal ini lah yang mendasari semangat kami selaku generasi muda sebagai penerus cita-cita dan harapan bangsa yang tergabung di dalam organisasi sosial kemasyarakatan atau ormas pemuda pancasila. pada tanggal 15 januari 2012 pimpinan anak cabang pemuda pancasila kec.tegalbuleud melakukan pelebaran sayap organisasi yaitu dengan membentuk ranting pemuda pancasila di desa tegalbuleud sehingga pada tanggal tersebut telah sah secara definitip terbentuknya ranting pemuda pancasila desa tegalbuleud.
meskipun baru di bentuk dan di kukuhkan, ada sesuatu yang luar biasa di pimpinan ranting pemuda pancasila desa tegalbuleud, berkat kegigihan dan semangat yang di mulai dari jajaran pengurus hingga anggotanya mereka telah berhasil melaksanakan salah satu tugas ORMAS yaitu mengabdi kepada masyarakat, tepatnya melakukan kegiatan bakti sosial bedah rumah tidak layak huni menjadi rumah yang nyaman untuk didiami, kegiatan ini merupakan bukti dari implementasi pengabdian ormas pemuda pancasila ranting desa tegalbuleud terhadap masyarakat kurang mampu. bedah rumah ini merupakan kerjasama antara pemerintah desa tegalbuleud dengan pemuda pancasila desa tegalbulued. dengan semangat, kerjasama serta kegigihan pimpinan ranting pemuda pancasila desa tegalbuleud maka kegiatan bedah rumah ini bisa terealisasi dengan baik,

BAKTI SOSIAL PIMPINAN ANAK CABANG PEMUDA PANCASILA KEC.TEGALBULEUD


Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, pemuda pancasila merasa terpanggil untuk berperan serta membantu masyarakat, tepat pada pagi hari tgl 7 desember 2011 PAC PP kec.Tegalbuleud melaksanakan kegiatan bakti sosial lebih tepatnya adalah memperbaiki jembatan yang bertempat di kampung ci gempol desa buniasih kec.tegalbuleud, tidak kurang dari 30 orang anggota pac pp kec.tegalbuleud bekerjasama dengan masyarakat sekitar untuk memperbaiki jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan, pada kegiatan ini langsung di pimpin oleh ketua pac BUNG HERIS beserta salah satu dewan penasehat oraganisasi yaitu bung CUCU CAHAYA beliaulah yang mempunyai ide dan gagasan untuk memperbaiki jembatan ini sehingga alhamdulilah ide dan gagasannya ini bisa direalisasikan, apabila melihat dari kondisi jembatan ini merupakan terbuat dari bahan sederhana yaitu material kayu pohon kelapa yang di buat papan kemudian direkatkan dengan paku, kemudian di bawah menggunakan tiang penyanga yang masih menggunakan material pohon kelapa juga, berbeda dengan jembatan yang di biayai oleh pemerintah yang menggunakan beton dan besi tetapi toh akhirnya ambruk juga seperti halnya jembatan di kutai kerta negara yang telah menelan korban jiwa, insya allah jembatan yang kami perbaiki ini meski mengunakan material sederhana, tanpa seorang arsitek dan insinyur tidak akan ambruk memakan korban jiwa.
sangat ironis memang melihat keadaan ini, di mana kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap pembangunan jembatan ini, padahal jembatan kampung ci gempol ini menghubungkan dua kampung yaitu kampung cibeureum dan ci gempol juga salah satu jalan alternatif menuju ke daerah pesisir muara keusik urug salah satu kawasan wisata di tegalbuleud, pemerintah setempat seakan-akan menutup mata terhadap keberedaan jembatan yang menghubnugkan dua kampung ini, sangat di sayangkan bila bersikap seperti ini. namun terlepas dari semua itu, sebagai organisasi sosial kemsyarakatan yang di dalam nya di naungi oleh para pemuda, Pimpinan anak cabang pemuda pancasila kec.tegalbuleud merasa berkewajiban untuk turut serta membantu masyarakat dalam membangun wilyahnya, karena pemuda pancasila merupakan bagian dari masyarakat,
dengan semangat, kegigihan dan kebersamaan segala bentuk ide dan gagasan akan dapat terwujud dan terealisasikan.

” SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG”

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA


Kini perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan semakin terlihat jelas, hal ini terbukti dari anggaran pendidikan yang meningkat ,juga perhatian terhadap para pendidiknya, di mulai dari kenaikan gaji, tunjangan profesi, tunjungan guru yang bertugas di daerah terpencil dan perbatasan serta tunjangn – tunjangn yang lainnya yang sifat nya bisa meningkatkan kesejahteraan guru, hal tersebut di lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia yang nantinya akan bermuara pada perbaikan sumber daya manusia (SDM). pekerjaan menjadi guru merupakan suatu tugas mulia profesi yang tidak semua orang bisa melakukannya. semua cita-cita, semua profesi tentunya tidak lepas dari peran seorang guru. Tidak bisa dipungkiri seorang Pilot, dokter, polisi, astronot sendiri tidak akan mungkin bisa menjadi seorang yang berhasil seperti itu tanpa peran guru, bahkan seorang guru pun juga tak lepas dari peran penting dari guru pula.
Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah. Didalamnya, dituntut pengabdian, dan
juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran, dan welas asih dalam menyampaikan
pelajaran. Sebab, sejatinya, guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan.
Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya. menjadi guru bukan pekerjaan mentereng. Menjadi guru juga bukan pekerjaan
yang gemerlap. Tak ada kerlap-kerlip lampu sorot yang memancar, juga
pendar-pendar cahaya setiap kali guru-guru itu sedang membaktikan diri. Sebab
mereka memang bukan para pesohor, bukan pula bintang panggung.
Namun, ada sesuatu yang mulia disana. Pada guru lah ada kerlap-kerlip cahaya
kebajikan dalam setiap nilai yang mereka ajarkan. Lewat guru lah memancar
pendar-pendar sinar keikhlasan dan ketulusan pada kerja yang mereka lakukan.
Merekalah sumber cahaya-cahaya itu, yang menyinari setiap hati anak-anak didik
mereka.
Dari gurulah kita belajar mengeja kata dan kalimat. Pada gurulah kita belajar
lamat-lamat bahasa dunia. Lewat guru, kita belajar budi pekerti, belajar
mengasah hati, dan menyelami nurani. Lewat guru pula kita mengerti tentang
banyak hal-hal yang tak kita pahami sebelumnya. Tak berlebihankah jika kita
menyebutnya sebagai pekerjaan yang mulia?

Tulisan ini di dedikasikan kepada para guru di seluruh indonesia, khusus untuk guru- guru honorer jangan pernah putus asa teruslah berbakti, dan berjuang

PANCASILA


Lambang negara kita adalah garuda pancasila, yang sekaligus di jadikan dasar negara beserta uud 45, juga sebagai way of live atau pandangan hidup didalam pancasila terkandung nilai-nilai yang sangat luhur, kesemuanya tercakup di dalam lima sila.
apabila ke lima sila tersebut di implementasikan secara utuh dan konsekuen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka negeri ini akan damai aman serta sejahtera rakyatnya. sudahkah pancasila di implementasikan secara menyeluruh oleh pemerintah dalam mengelola negeri ini di berbagai aspek kehidupan? untuk mengetahui jawabannya mari kita simak sedikit penjabaran dari ke lima sila di dalam pancasila :
Sila 1. KETUHANAN YANG MAHA ESA: sudahkah pemerintah menggunakan sila pertama dari Pancasila ini. Apakah pemerintah sudah bersikap tegas dan cepat dalam menjamin warganya melaksanakan sila pertama ini yaitu hidup beragama dengan tenang tanpa ada kebingungan dalam menjalankan agamanya dari gangguan ajaran-ajaran yang menyimpang.
Sila 2. KEMANUSIAN YANG ADIL DAN BERADAB: sudahkah pemerintah melaksanakan sila kedua ini. Apakah pemerintah sudah membuat peraturan yang di dalamnya dilandasi oleh sikap moral kemanusiaan tanpa adanya kepentingan golongan.
Sila 3. PERSATUAN INDONESIA: sudahkah pemerintah melaksanakan sila ketiga ini. Apakah pemerintah sudah dapat mengatasi segala paham golongan, etnis, suku, ras, individu maupun golongan agama agar tidak dapat diruncingkan menjadi konflik dan permusuhan, tetapi menjadikan perbedaan itu persatuan yang menjadi kekuatan bagi bangsa ini.
Sila 4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN: apakah sudah terlaksana sila keempat ini. Apakah rakyat dipimpin oleh orang-orang yang bijaksana dalam mengambil keputusan bersama unutuk kepentingan masyarakat luas.
Sila 5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA : apakah pemerintah sudah menjalankan sila kelima ini, apakah pemerintah sudah memberikan keadilan bagi setiap warganya baik berupa kesejahteraan, keamanan, bantuan, subsidi, serta kesempatan hidup tanpa adanya perbedaan hak.
Sekarang, kalau pemerintah sudah menjalankan hal-hal diatas maka pemerintah boleh dikata sudah menerapkan nilai Pancasila. Namun kalau belum, masyarakat boleh berkata, “masihkah kelima sila itu dijadikan pedoman secara utuh dalam menetapkan suatu kebijakan oleh pemerintah”.
Mari kita renungkan sejenak, masih patutkah kita menyebut Pancasila sebagai dasar negara, kalau tidak dilaksanakan.!!!

PEMUDA MENGGUGAT


Pemuda tidak hanya sekedar menjadi harapan bangsa; pemuda adalah penentu masa depan bangsanya dan pemuda adalah sejarah itu sendiri. Mengulas tentang pemuda adalah sama halnya dengan kita mengenang perjalanan bangsa ini. Republik ini dibangun oleh gagasan, semangat dan kebulatan tekad orang muda untuk menggapai cita-cita dalam usahanya menciptakan sebuah bangsa yang beradab, bermartabat dan bangsa yang bangga dengan perbedaannya. Oleh karena setiap jengkal tanah di Negeri ini direbut dengan tetesan darah, keringat, dan air mata para pejuang yang sebagian besar berasal dari sub-entitas orang muda.
Pemuda, sebagaimana alam menghargainya; yang muda biasanya tampak begitu indah, menarik dan tumbuh begitu menawan, orang muda sungguh menjadi harapan. Pemuda adalah nafas bangsa yang kelak akan mengambil tongkat estafet kepemimpinan bangsa, untuk terus menjaga dan membawa ibu pertiwi kedalam kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan rakyatny

Harus diakui, problem besar bangsa saat ini adalah minimnya orang muda Indonesia yang tampil dan mengambil peran menjadi pemimpin formal-struktural. Hal ini tentu bukan semata karena orang muda Indonesia tidak mampu memimpin, melainkan sempitnya ruang yang dibuka untuk orang muda ini dapat tampil memimpin. Tentu saja persoalan akan menjadi sangat serius manakala kita menggugat perihal regenerasi kepemimpinan nasional di Negeri ini. Siapa yang tidak tau praktik hegemoni, determinasi dan oligarki dalam proses kepemimpinan nasional di Negeri tercinta ini. Persekongkolan jahat antara pengusaha dan penguasa yang didominasi oleh kaum tua menjadikan langkah sebagian orang muda terseok-seok dalam meraih estafetasi kepemimpinan nasional di Republik ini. Jelas kepemimpinan adalah mandate, pemempin dalam menjalankan kepemimpinannya itu memegang amanah. Namun kepemimpinan dalam konteks regenerasi; hendaknya peran orang muda didorong untuk lebih maju, agar juga memiliki bekal nanti pada saat mandate kepemimpinan itu didapatnya, namun dalam praktik justru orang muda selalu dihambat, jikapun ada sebagian kecil orang muda yang tampil, itupun sangat berbau oligarki. sudah saatnya pemuda berkarya untuk bangsa ini. bung karno pernah berkata : ” berikan kepada ku 100 orang tua maka akan aku pindahkan mahameru, tetapi berikan kepada ku 10 orang pemuda maka akan aku goncangkan dunia” begitu besar dahsyatnya kekuatan pemuda, yang di ibaratkan seperti dinamit dan TNT yang berdaya ledak tinggi.

PELANTIKAN MPC PEMUDA PANCASILA KAB.SUKABUMI


senin 28 november 2011, merupakan hari yang berbahagia bagi seluruh pemuda pancasila di kabupaten sukabumi, khususnya jajaran pengurus mpc kabupaten sukabumi, karena tepat pada hari itu ketua mpc bung Heru Herlambang beserta jajaran pengurus telah secara resmi dilantik untuk memimpin pemuda pancasila di kabupaten sukabumi. pada saat pelantikan yang langsung di hadiri oleh ketua MPW pemuda pancasila jawa barat bung H. Tubagus Dasep, tidak kurang dari 1500 orang anggota pemuda pancasila kabupaten sukabumi yang juga hadir memadati gedung disen cisaat kab.sukabumi, pada acara tersebut juga sekaligus melantik Jajaran MPO pemuda pancasila kab.sukabumi, dengan ketua yaitu H.drajat sajoeti. turut pula hadir dalam acara pelantikan yaitu dari jajaran muspida kab.sukabumi yang salah satunya adalah wakil Bupati sukabumi bung Jajuli yang menegaskan keinginan ikut bergabung sebagai anggota pemuda pancasila kab.sukabumi hal ini beliau sampaikan pada saat sambutannya dalam acara pelantikan ini, bung jajuli mengajak untuk bersama-sama lebih membesarkan lagi pemuda pancasila di kabupaten sukabumi khususnya,
masih adanya tudingan miring dari birokrasi yang mengatakan bahwa Ormas Pemuda Pancasila merupakan organisasi preman merupakan sebuah kekeliruan, hal ini bisa dibuktikan bahwasanya pemuda pancasila tidak pernah mensengsarakan rakyat yang salah satu caranya adalah mengkorupsi uang negara atau uang rakyat, berbeda dengan oknum birokrasi yang selalu membuat rakyat menderita, mencuri uang negara dengan berbagai alsan dan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan individu maupun kelompoknya, manakah yang pantas disebut preman?…. pemuda pancasila merupakan ormas yang merdeka mulutnya tidak disumpal oleh rupiah hasil korupsi hal tersebut di tegaskan oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Bung Heru Herlambang pada Pidato pengantarnya dalam acara pelantikan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kab.Sukabumi masa bakti 2011 – 2015.
lain halnya dengan ketua MPW Pemuda Pancasila bahwa kita pemuda pancasila harus bangga dengan sebutan preman yangartinya free man atau laki-laki bebas, bebas untuk mengatakan apa saja bebas untuk melakukan kontrol sosial terhada pemerintah, H. tubagus dasep juga berpendapat sekaligus menyayangkan kepada orang -orang yang duduk di parlemen bahwa tidak pernah ada perdebatan tentang pancasila dan sila-silanya, padahal Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya bisa menjadi solusi terhadap permasalahan-permasalahan bangsa. dalam acara pelantikan ini juga dihadiri oleh 40 Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila se Kabupaten Sukabumi. acara yang digelar dari pagi hingga larut malam ini sangat-sangat meriah, karena bukan hanya pelantikan saja tetapi ada acara bazar serta hiburan acara pelantikan sekaligus bazar ini bertajuk Festival Mahakarya, sebuah acara yang luar biasa tentunya pada kesempatan ini Pemuda Pancasila Kab.sukabumi bekerjasa sama dengan salah satu perusahaan rokok yaitu sampoerna, sebuah kolaborasi acara yang luar biasa dengan panggung yang megah, serta pengisi acara bertalenta tinggi, diantanya ada penampilan artis dangdut NITA TALIA, kemudian band-band dari ibu kota, serta sexi dancer dan para pengisi acara lainnya, acara ini merupakan bagian dari serangkain acara pelantikan MPC PP KAB.SUKABUMI, sekaligus ajang silaturahmi anggota pemuda Pancasila Se kabupaten Sukabumi khususnya, pada hari itu Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat berubah menjadi lautan loreng pemuda pancasila, ribuan anggota pemuda pancasila se kabupaten sukabumi tumpah ruah larut dalam kegembiraan acara FESTIVAL MAHAKARYA yang dipersembahkan oleh Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kab.Sukabumi.

SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG

LAUT KIDUL TEGALBULEUD


ada sebuah pantai yang panjang membentang, dan menyambung dengan pelabuhan ratu, perbedaannya kalau pelabuhan ratu sudah betul-betul menjadi kawasan pariwisata, sedangkan pantai di tegalbuleud belum sepenuhnya optimal menjadi kawasan wisata. hamparan pasir putih dan deburan ombak menambah keindahan pantai tegalbuleud atau biasa disebut laut kidul atau muara keusik urug, laut kidul yang berarti pantai selatan. dibalik keindahan pantai laut kidul tegalbuleud konon menyimpan berbagai misteri yang belum bisa terungkap dengan jelas, keadaan laut kidul yang masih alami dengan suasana yang sepi jarang di kunjungi banyak orang seakan mempertegas pesona magis dilaut kidul ini.menurut cerita penduduk sekitar pantai laut kidul tegalbuleud juga erat kaitannya dengan sosok RATU LAUT KIDUL atau biasa disebut ibu ratu NYI RORO KIDUL, bahwa keberadaan IBU RATU NYI RORO KIDUL bukan hanya mitos belaka keterangan ini diperkuat oleh sang juru kunci di laut kidul tegalbuleud, hal ini terbukti dengan banyaknya para pendatang yang ingin bersemedi juga berziarah di tepi pantai laut kidul, dengan maksud dan tujuan tertentu mereka bersemedi ditepian pantai hingga larut malam bahkan ada yang sampai menjelang pagi, masih menurut juru kunci atau biasa di panggil kuncen ini, bahwa pada suatu waktu ibu ratu akan menampakan diri kepada para peziarah asalkan kita betul-betul khidmat atau khussu dalam menjalankan ritualnya.para pendatang yang ingin melaksanakan ritualnya bukan hanya di tepian pantai namun ada sebuah makam yang erat kaitannya dengan sosok ibu ratu, yaitu kuburan atau makam EYANG PRABU RAKSA DIPA, sosok ini merupakan penjaga pantai laut kidul yang diberi perintah untuk menjaga laut kidul, di tempat makam ini juga banyak dikunjungi para peziarah, karena kuburan ini mempunyai akses langsung ke istana ratu laut kidul, tempat ini merupakan alun-alunnya atau tempat berkumpul para lelembut alam gaib dari berbagai tempat. suara angin dan gemuruh ombak laut kidul seakan memberi isarat dan mempertegas suasana mistis dan pesona magis laut kidul.memang laut kidul sudah lama selalu di identikkan dengan penguasa ratu pantai selatan ibu dewi ratu nyi roro kidul. berikut ini merupakan cerita singkat tentang ibu ratu :

Menurut cerita umum, Kanjeng Ratu Kidul pada mudanya bernama Dewi Retna Suwinda, seorang putri dari Pajajaran, anak Prabu Mundhingsari, dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit Raja siluman di Sigaluh.

Sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di gunung Kombang. Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau jawa. Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.

Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi ratu sang putri lalu mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari. Ada juga sementara orang yang menyebut Nyai Lara Kidul.

Pemahaman terkait penguasa laut selatan harus diluruskan. Karena antara “Roro kidul” dengan “Ratu kidul” sangatlah berbeda. Namun sudah menjadi pemahaman umum bahwa sosok tersebut adalah sama. Jika menilik dari mitologi jawa, alam kehidupan itu terbagi menjadi beberapa fase. fase pertama adalah alam Kadewan, ke-dua adalah alam Nabi, ke-3 adalah alam Wali, ke-empat alam Menungsa (Manusia) dan yang akan datang adalah alam Adil. Pada mitologi jawa, Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping telu yang kemudian mengisi alam kehidupan sebagai Dewi Padi (Dewi Sri), Bambu dll. Sedangkan Roro Kidul merupakan Putri dari Prabu Siliwangi yang terusir oleh ayahandanya sendiri karena ulah dari saudaranya sendiri yang kemudian menjelma menjadi sosok penguasa di laut selatan setelah menceburkan diri di laut selatan. Dan cerita terkait antara “Ratu Kidul” dengan “Roro Kidul” bisa dikatakan beda fase tahapan kehidupan menurut mitologi jawa.
Bagi orang jawa, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung dalam sejarah jawa dan kehidupan bagi orang jawa. Karena orang jawa mengenal sebuah istilah “telu-teluning atunggal” yaitu 3 sosok yang menjadi satu kekuatan. Yaitu, Eyang resi proyopati, panembahan senopati, dan ratu kidul. Panembahan merupakan pendiri kerajaan mataram pertama, yang dipertemukan oleh Ratu Kidul ketika bertiwikrama sesuai arahan sunan kalijaga guna memenuhi wangsit yang diterimanya membangun sebuah keraton yang sebelumnya sebuah hutan dengan nama “alas mentaok” (sekarang Daerah Istimewa Yogyakarta).

DIA (ALLAH) MAHA MENGETAHUI SEGALA APA YANG GAIB DAN YANG NYATA,
MAHA SUCILAH ALLAH DENGAN TIDAK MEMPERSEKUTUKANNYA.
(SURAT AL MUMIN ; AYAT 92)

By ekalesmana Posted in BUDAYA